Fraud di Industri Perbankan: Ancaman yang Tidak Boleh Diabaikan

Di era transformasi digital, industri perbankan menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Selain dituntut untuk menghadirkan layanan yang cepat dan inovatif, bank juga harus mampu menjaga keamanan transaksi serta melindungi kepercayaan nasabah. Salah satu tantangan terbesar yang terus menjadi perhatian adalah fraud atau tindakan kecurangan. Fraud bukan hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga dapat merusak

Analisis Roadmap Transformasi BPR vs Inisiatif BPR

Matriks ulasan strategis dari inisiatif penguatan BPR merujuk pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS (RP2B) 2024-2027 yang diterbitkan oleh OJK. Matriks dirancang secara metodis, sistematis, dan komprehensif, dengan mengintegrasikan inisiatif OJK dan usulan inisiatif tambahan strategis Tambahan inisiatif ini dirancang dengan menitikberatkan pada keselarasan arah kebijakan makroprudensial, arsitektur sistem pembayaran yang mutakhir,

RP2B 2024–2027: Arah Baru Transformasi BPR dan BPRS Menuju Industri yang Lebih Sehat, Modern, dan Berdaya Saing

Di tengah pesatnya transformasi industri jasa keuangan, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan perilaku nasabah, percepatan digitalisasi, meningkatnya risiko siber, hingga persaingan dengan bank digital dan perusahaan teknologi finansial (fintech) menuntut BPR dan BPRS untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dan kompetitif. Menjawab tantangan tersebut,

Meningkatkan Profesionalisme melalui Pelatihan Audit TI Berstandar BNSP

Dalam era transformasi digital yang semakin pesat, tata kelola teknologi informasi (TI) menjadi elemen penting dalam menjaga keamanan, efektivitas, dan keberlanjutan sistem organisasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, diselenggarakan Pelatihan Audit Teknologi Informasi (TI) berbasis standar kompetensi BNSP sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang audit sistem informasi. Kegiatan ini